Senin, 11 Mei 2015

Outing Class Manajemen Pemasaran Jasa



OUTING CLASS Manajemen Pemasaran Jasa. MP B 2013



Selasa, 5 Mei 2015 perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa tidak dilaksanakan di dalam kelas. Perkuliahan minggu ini melakukan kegiatan outing class di restaurant Ayam Kremes Kraton cabang Utan Kayu mulai pukul 13.00 sampai 14.30 wib. Dalam kegiatan outing class ini kami menanyakan seputar pemasaran yang dilakukan oleh resto Ayam Kremes Kraton ini.



Ayam Kremes Kraton memiliki kurang lebih 5 outlet di Jakarta yang lokasinya berada di :

1. Sunter
2. Boulevard Kelapa Gading
3. Gading Batavia
4. Tebet
5. Utan Kayu

Karena kegiatan ini dilakukan saat jam makan siang, sesampainya disana kegiatan pertama yang kami lakukan yaitu makan siang. Setelah makan siang selesai, kegiatan selanjutnya yaitu berbincang-bincang dengan Manajer AKK yang bernama Ibu Rovi. Beliau lah yang menjelaskan segalanya tentang AKK berikut penjelasanya....



Nama AYAM KREMES KRATON berawal dari 12 tahun yang lalu, pada saat itu ayam kremes belum banyak di Jakarta. Sebelumnya pemilik  mempunyai Restoran Karo yaitu restoran masakan solo yang menyediakan menu gudeg,ayam,dan berbagai masakan khas Solo. Namun, ayam kremes di resto tersebut paling diminati maka timbul dorongan pemilik untuk membuka restoran AYAM KREMES di Jakarta. dan untuk nama KRATON sendiri berasal dari latar belakang keluarga pemilik yaitu Ibu R.R. Welas Sriningsih yang merupakan keturunan keluarga Kraton Solo. Sehingga lahirlah restoran "AYAM KREMES KRATON".

Ibu Manajer ingin mewujudkan AKK menjadikan KFC-nya Indonesia. Dimulai dari sistem restoran yang terus menerus dikembangkan oleh pihak AKK.
Dalam 3 bulan terakhir ini AKK dalam tahap perbaikan sistem manajemennya. Dari manajemen konvensional menjadi manajemen modern. Seperti sistem delivery sekarang yang menggunakan sistem call center. Dan untuk makan di tempat, transaksi pembayaran dilakurkan terlebih dahulu setelah makanan dipesan seperti di restaurant fastfood. 
Produk unggulan dari AKK sendiri yaitu kremes pada ayamnya, dan saat ini juga AKK menyajikan ayam yang lebih lunak. Rasa enak dengan harga terjangkau. Selain itu keunggulan lain yang ditawarkan adalah sambal yang disajikannya. Tersedia  4 jenis sambal yang berbeda-beda yaitu sambal bawang, sambal terasi, sambal hijau dan sambal penyet.




Dari daftar menunya, harga setiap paketnya sangat cukup ringan dikantong untuk makanan jenis ayam kremes seperti ini. Tidak heran jika pasar konsumen AKK sangat luas mulai dari konsumen low-high budget dapat menikmati menu di AKK. 

Selain menjual paket makan berat, kini AKK menjual kremes dan sambalnya dalam kemasan.

Pada awalnya ada menu dengan paket teh tawar dan manis, namun karena AKK semakin ramai pengunjung, pegawai merasa sulit untuk memberikan pelayanan yang cepat maka diganti dengan air mineral yang lebih mudah dan praktis. Air mineral yang didesain khusus dengan label merek AKK, tujuannya agar konsumen lebih mudah mengenal dan mengingat AKK.

Menurut sang manajer, prospekAKK harus berkembang setiap tahunnya.  Kuncinya di pelayanan, kalau SDM nya solid pasti pelayanan baik. Beliau juga sangat memerhatikan kepuasan pelanggannya. AKK dalam melakukan promosi hanya mengandalkan dari konsumen yang datang kemudian bercerita dengan calon konsumen lainnya atau hanya dari mulut ke mulut.

Untuk Pegawai di Ayam Kremes Kraton (AKK) sendiri awalnya semua dipegang oleh satu orang, namun sekarang sudah dibagi-bagi per bagian. Untuk makan di tempat yaitu ada waiter (3 bulan belakangan ini sudah tidak ada), OB, bagian gerobak (penyaji makanan), kasir, cuci piring, dan supervisor. Sementara itu, untuk delivery yaitu ada bagian goring, bungkus, dan pengantar makanan. Jumlah pegawai di setiap outlet berbeda-beda. Ada yang 17, 25, dan 35 orang. Untuk outlet Utan Kayu ini pegawainya berjumlah 17 orang. Pegawai juga diambil dari daerah yang kebanyakan lulusan smp, lulusan sma pun jarang. Pegawai ini lalu dididik oleh Ibu Rovi. Sistem rekruitmen tidak ada lewat lowongan kerja, namun dari teman ke teman/diambil dari daerah karena mau dibayar dengan gaji tidak besar.
Untuk Fasilitas AKK Utan Kayu ini masih memiliki beberapa kekurangan yaitu kurang tersedianya lahan parkir yang luas, tidak adanya musholla, dan hanya memiliki satu ruangan biasa saja. Namun di outlet lain telah menyediakan ruangan ber-AC dan smooking area. Untuk desain interior tempat makannya juga simple menggunakan meja dan bangku kayu serta terdapat hiasan lampu gantung di dinding bernuansa tradisional jawa. Di semua outlet AKK, manager tidak mau menyediakan tv  karena beralasan nanti pegawainya jadi santai dalam bekerja, selain intu AKK juga tidak menyediakan  fasilitas akses interenet gratis agar pengunjung tidak makan berlama-lama dan nongkrong di AKK.

Berikut beberapa foto yang saya ambil dilokasi outing class – Ayam Kremes Kraton cabang Utan Kayu













Senin, 27 April 2015

Pertemuan ke-10 Merek Dagang dan Konsep Nilai dalam Pemasaran Jasa Pendidikan

Review Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Pertemuan ke-10, Selasa, 21 April 2015



Merek Dagang dan Konsep Nilai dalam Pemasaran Jasa Pendidikan





Merek Dagang



1. Pengertian Merek

Pertama yang kami bahas dalam pertemuan tersebut adalah tentang pengertian merek. Membahas tentang pengertian ini merupakan awalan untuk mengenal apa itu merek secara lebih mendalam. Merek sebenarnya bukan hal yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Sering kali kita menemukan merk yang tertera pada sebuah produk yang hendak kita beli. Berikut ini adalah pengertian merek menurut beberapa sumber dan ahli yaitu:

a. Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yangmemiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan

b. Kotler

Merek adalah sebuah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau bahkan kombinasi dari semuanya tadi, yang dimaksudkan untuk menyebutkan barang-barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual agar terbedakan dari para pesaingnya

c. Menurut Bruce J. Walker

Sebuah merek adalah suatu nama, istilah, tanda atau desain atau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjualan.



Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat diketahui bahwa pada dasarnya merek adalah sebuah nama, simbol, gambar atau suatu hal yang diletakan pada suatu produk dengan harapan produk tersebut memiliki identitas yang dapat dikenali konssumen. Merek dalam sebuah produk layaknya sebuah nama pada manusia, memberi kemudahan dalam mengenali sesuatu. Tanpa adanya merek pada produk maka akan menyulitkan dalam mengenali dan memberikan penilaian pada produk tersebut.



2. Manfaat Merek

Setelah mengenal dan mengetahui apa itu merek kita pasti akan bertanya untuk apa merek itu digunakan pada sebuah produk. Apa manfaat yang didapatkan penjual dan pembeli dengan adanya merek pada sebuah produk?

a. Bagi Konsumen

1. Mempermudah konsumen meneliti produk atau jasa.

Untuk merek-merek produk yang sudah terkenal dan mapan, konsumen seoalah sudah menjadi percaya, terutama dari segi kualitas produk. Jika konsumen mendengar produk dengan nama merek terkenal dan mapan, tidak usah meragukannya konsumen tinggal memilih produk dengan spesifikasi yang bagaimana yang hendak dimiliki, apakah ukuran fisiknya yang besar atau kecil, warna, harga, bentuk, kemasan, fasilitas produk dan produk pesaing dan produk pesaing lain juga menjadi perteimbangan konsumen dalam memutuskan pembelian produk.



2. Membantu konsumen atau pembeli dalam memperoleh kualitas barang yang sama,

jika mereka membeli ulang serta dalam harga.

Ketika para konsumen merasa terpuaskan saat membeli dan memanfaatkan suatu produk, pada suatu saat mereka akan melakukan pembelian berulang. Mereka akan mencari sampai ketemu produk tersebut dan tidak akan atau sulit mencari produk pengganti lainnya



b. Bagi Penjual

1. Nama merek memudahkan penjualan untuk mengolah pesanan pesanan dan

menekan permasalahan.

Bagi seorang penjual atau seorang pemasar sangat dimudahkan dan diuntungkan dengan menjual produk bermerek daripada produk yang tidak bermerek.

2. Membantu penjual mengawasi pasar mereka karena pembeli tidak akan menjadi bingung.

Produk bermerek dapat memberikan arahan secara langsung kepada para konsumen untuk mencari dan membeli produk yang diinginkan sesuai mereknya. Sehingga konsumen merasa dimudahkan dalam memilih produk.

3. Memberi penjual peluang kesetujuan konsumen pada produk.

Peluang sukses bisnis tidak hanya terlertak pada cara pemasaran, keahlian pemasarnya tetapi juga image suatu produk. Image atau citra produk dapat menjadi referensi yang signifikan kepada para konsumen

4. Membantu penjual dalam mengelompokan pasar ke dalam segmen-segmen.

Sesuai karakteristiknya, sebuah produk dapat ditentukan siapa konsumennya. Misalkan produk jenis komputer laptop, segmen pasarnya untuk mereka yang mempunyai aktifitas tinggi, baik dibidang bisnis maupun dibidang pendidikan

5. Citra perusahaan dapat dibina dengan adanya merek yang baik.

Telah dikatakan didepan bahwa citra merek yang baik memberi pengaruh langsung pada perusahaan, karena salah satu fungsi merek adalah fungsi identitas baik identias produk maupun identitas perusahaan.

6. Dengan merek akan melindungi penjualan dari pemalsuan ciri-ciri produk tersebut.

Produk yang telah memiliki merek berarti telah dilindungi oleh undang-undang baik dari segi pidana maupun perdata.



3. Fungsi Merek

Selain dari manfaat yang ada pada merek, merek juga memiliki fungsi yang yang berguna bagi sebuah produk. Fungsi-fungsi itu adalah fungsi identitas, fungsi kualitas, fungsi loyalitas, fungsi citra/image

a. Fungsi identitas

Dengan merek, dapat diketahui identitas produk maupun identitas perusahaan pembuat produk

b. Fungsi kualitas

Sebuah merek juga dapat menunjukkan kualitas produk. Jika merek sudah terkenal dan mapan, berarti produk tersebut telah diakui baik kualitasnya oleh konsumen.

c. Fungsi loyalitas

Jika identitas produk jelas dan kualitas produk baik, serta konsumen selalu mencari dan membeli berulang kali, berarti perusahaan telah sukses menciptakan pelanggan

d. Fungsi citra/image

Pihak perusahaan hukumnya wajib menjaga citra produk melalui merek.



4. Membangun merek yang kuat (building strong brands)

Untuk membangun sebuah merek yang kuat ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Adapun tahapan itu adalah

a. Brands positioning (Penempatan Merek)

b. Brand Name Selection (Seleksi Nama Merek)

c. Brand sponsorship (Sponsor Merek)

d. Brand development (Mengembangkan Merek)

e. Managing brand





Konsep Nilai dalam Pemasaran Jasa Pendidikan



1. Nilai

Nilai adalah suatu konsep subyektif, bukan suatu konsep obyektif. Konsumen menentukan nilai suatu produk sesuai dengan kapasitas produk itu untuk memuaskan keinginannya. Para konsumen dianggap memilik satuan ukuran tentang kemanfaatan, yakni mereka dapat menentukan suatu angka yang dapat diukur untuk setiap produk atau setiap himpunan produk yang terikat menjadi satu.

2.  Pengertian pemasaran

a. Wiliam J. Santon

Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan

b. Phillip Kotler

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai.

c. Basu Swastha DH

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang jasa, ide kepada pasar sasaran agar dapat mencapai tujuan organisasi



Pemasaran adalah sistem mulai dari merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa dalam suatu kegiatan usaha

Pertemuan ke-9 Pengembangan Produk

Review Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan. Pertemuan ke-9, Selasa, 14 April 2015





A. PENGEMBANGAN PRODUK

Pengembangan produk adalah serangkaian aktifitas yang dimulai dari analisis persepsi dari peluang pasar kemudian diakhiri dengan tahap produksi.



B. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle, Plc)

PLC merupakan konsep yang penting dalam pengembangan produk dan pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu poduk hasil pengembangan.

Alasan PLC:

1. Produk memiliki umur yang terbatas

2. Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual

3. Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk



C. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle, PLC)

Siklus hidup produk terdiri dari 5 tahap, yaitu:

1. Tahap penemuan dan pengembangan produksi (discovery and development)

2. Tahap perkenalan (introduction)

3. Tahap pertumbuhan (Growth)

4. Tahap kedewasaan (maturity)

5. Tahap penurunan (decline)



D. Enam Kategori Produk Baru:

1. Produk baru bagi dunia

2. Lini produk baru yaitu bagian-bagian dari produk

3. Tambahan pada lini produk yang telah ada

4. Perbaikan dan revisi produk yang telah ada

5. Repositioning/ penentuan kembali posisi

6. Pengurangan biaya



E. Mengorganisasikan Pengembangan Produk Baru

1. Manajer produk

2. Manajer produk baru

3. Komite manajemen tingkat tinggi

4. Departemen produk baru

5. Kelompok kerja: suatu kelompok yang berasal dari berbagai departemen operasi dan ditugaskan untuk mengembangkan suatu produk atau bisnis tertentu

6. System gerbang bertahap/ strage gate system:

Para penjaga gerbang (gate keepers) membuat salah satu dari empat keputusan:

a) Gol/ lanjutkan

b) Kill/ hentikan

c) Hold/ tahan



F. Mengelola Proses Pengembangan Gagasan

1. Lahirnya gagasan

a) Berinteraksi dengan yang lain

· Wiraniaga

· Perantara

· Juara produk

b) Penyaringan gagasan

· Manajer gagasan

· Komite gagasan

· Dua jenis kesalahan pada penyaringan gagasan

c) Pengembangan Dan Pengujian Konsep

· Gagasan produk, adalah produk yang mungkin dapat ditawarkan oleh perusahaan ke pasar

· Konsep produk, versi terinci dan suatu gagasan yang dinyatakan dalam istilah-istilah berarti bagi konsumen

d) Pengembangan konsep

· Konsep kategori, yang menentukan persaingan produk

· Peta positioning produk, yang menunjukkan posisi sekarang dan merek minuman sarapan instan yang sudah ada

e) Konsep merek



G. Mengelola proses pengembangan: dari konsep ke strategi

1. Pengujian Konsep

a) Rapid prototyping/ Prototipe yang cepat

b) Virtual reality/ realitas semu

c) Customer-driven engineering/ rekayasa berdasarkan pelanggan

2. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur dimensi produk

a) Communicability and believability kemampuan dikomuniaskan dan dipercaya

b) Need level/ level kebutuhan

c) Gap level kesenjangan = Nilai kesenjangan-kebutuhan

d) Perceived value/ nilai yang diyakini

e) Purchase intention/ minat pembeli

f) Sasaran pemakai, saat pembelian, dan frekuensi pembelian.

3. Analisis gabungan, yaitu metode untuk mendapatkan nilai utilitas yang diberikan konsumen ke berbagai level atribut produk

a) Contoh lima desain elemen:

· Tiga desain paket.

· Tiga nama merek

· Tiga harga

· Kemungkinan pemberian cap "perawatan rumah yang baik"

· Kemungkinan garansi pengembalian uang

b) Strategi Pemasaran

c) Analisis Bisnis

· Memperkirakan penjualan total 

è Distribusi umur hidup

· Memperkirakan biaya dan laba.

è Analisis titik impas

è Analisis resiko



H. Mengelola Proses Pengembangan: Dari Pengembanga Komersialisasi

1. Pengembangan Produk

a) Penyebaran fungsi mutu/ Quality Function Deployment (QFD)

b) Atribut pelanggan/ customer attributes (CAs)

c) Atribut rekayasa/ Engineering attributes (EAS)

2. Pengujian Pasar

a) Pengujian pasar barang konsumen

· Mencari untuk memperkirakan empat variable:

è Trial percobaan

è First repeat/ pengulangan pertama

è Adoption penerimaan

è Purchase frequency/ frekuensi pembelian

· Sales wave research/ penelitian gelombang penjualan

· Simulated Test Marketing/ Pengujian Pasar Dengan Simulasi

· Controlled Test Marketing/ Uji Pemasaran Terkendali

· Uji Pasar

è Berapa banyak kota yang diuji?

è Kota yang mana?

è Lama pengujian?

è Informasi apa?

è Tindakan apa yang dilakukan?

3. Pengujian Pasar Barang Bisnis

a)  Komersialisasi

· Kapan (Penentuan Waktu)

è First entry/ masuk pertama

è Parallel entry/ masuk bersamaan

è Late entry/ masuk terlambat

· Dimana (Strategi Geografis)

· Kepada Siapa (Strategi Pasar Sasaran)

· Bagaimana (Strategi Perkenalan Pasar)

è Penjadwalan jalur kritis/ Crtical path scheduling (CPS)



I. Mengapa Produk Baru Gagal?

a) Eksekutif level tinggi mungkin memaksakan gagasan favorit walaupun hasil riset pasar negatif.

b) Ide itu bagus, tapi perkiraan ukuran pasarnya terlalu berlebihan.

c) Produk tidak dirancang dengan baik

d) Produk diposisikan secara keliru di pasar tak diiklankan secara efektif, atau tertalu mahal.

e) Produk gagal untuk memperoleh cakupan distribusi dan dukungan yang cukup.

f) Biaya pengembangan lebh tinggi darpada yang diperkirakan.

g) Pesaing membalas dengan lebih gencar darpada yang diperkirakan



J. Factor-faktor yang cenderung menghambat pengembangan produk baru

a) Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu

b) Pasar yang terbagi-bagi

c) Kendala sosial dan pemerintah

d) Mahalnya proses pengembangan produk baru

e) Kekurangan modal

f) Waktu pengembangan yang lebih singkat.

g) Siklus hidup produk yang lebh singkat

Senin, 13 April 2015

Pertemuan ke-8 Penciptaan dan Pengembangan Produk

Review Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan pertemuan ke-8. Selasa, 7 April 2015



PENCIPTAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK



A. Pengertian Produk

1) Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun yang tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna untuk memuaskan keinginanya.

2) Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

3) William J. Station membagi pengertian produk ini menjadi dua yaitu, 

1. Dalam arti sempit sebuah produk adalah sekelompok atribut fisik nyata yang terakit dalam sebuah bentuk yang dapat didefinisikan. 

2. Dalam arti luas sebuah produk adalah sekelompok atribut nyata dan tidak nyata didalamnya termasuk kemasan, warna, harga, mutu dan merek ditambah dengan pelayanan dan reputasi penjual. 

4) Menurut Indriyo Gitosudarmo, produk adalah segala sesuatu yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia ataupun organisasi. 

5) Menurut Irawan, produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk adalah sesuatu benda yang dapat menjadi alat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

B. Tahap produksi produk yang akan dipasarkan

Tahap produksi ini memiliki tiga tingkatan:

1) Produk inti

Merupakan tingkatan pertama paling mendasar dan menjawab kebutuhan masyarakat. Produk inti hanya sekedar memenuhi permintaan pelanggan saja.

2) Produk actual

Merupakan produk inti yang sudah mulai dibangun dengan kualitas, desain, fitur, merk, dan kemasan.

3) Produk tambahan

Merupakan manfaat tambahan yang didapat konsumen setelah menggunakan produk kita jika dibandingkan dengan produk lainnya.

C. Klasifikasi Produk

Dalam perencanaan produk dibedakan menjadi 2 klasifikasi produk:

1) Produk konsumen

Ialah produk yang langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

2) Produk industry

Ialah produk yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau dijadikan sebagai alat usaha.

D. Sifat dalam Pembentukan Produk

Terdapat tiga sifat dalam pembentukan produk:

1) Produk inovatif

Adalah produk yang benar-benar baru diciptakan/dibuat (belum pernah dipasarkan sebelumnya)

2) Produk imitasi

Adalah produk baru bagi perusahaanya akan tetapi produk tersebut sudah ada sebelumnya dipasarkan

3) Produk pengganti

Adalah produk yang berasal dari produk yang sudah dipasarkan sebelumnya tetapi diperbaharui

E. Kriteria Penciptaan Produk

Terdapat beberapa kriteria dalam penciptaan produk sebagai berikut:

1) Harus seimbang antarapermintaan pasar dengan produk yang sesuai dengan lingkungan dan standar sosial serta memenuhi standar yang telah dibuat oleh pemerintah

2) Produk harus cocok dengan keuangan pasar atau daya beli

3) Produk tidak boleh memiliki persoalan hukum

4) Pencitraan produk harus dilakukan dengan baik. Karena, ada prodduk baru yang kemudian gagal dipasarkan karena tidak melakukan manajemen prodduk dengan baik, seperti riset pemasaran yang buruk, masalah dengan desain produk yang tidak menarik atau tidak sesuai dengan kondisi pasar, meluncurkan roduk pada waktu yang tidak tepat, dan kegagalan dalam manajemen produk.

F. Pengembangan Produk

1) Engembangan prodduk disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan pembuat barang dan perantara yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas oermintaan pembeli.

2) Kegiatan yang termasuk ke dalam pengembangan produk adalah penentuan kualitas, ukuran, bentuk, daya tarik lahiriah, labeling, cap tanda (branding), pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk menyesuaikan selera yang sedang tumbuh.

G. Langkah-langkah Menciptakan dan Mengembangkan Produk

1) Penciptaan Ide : tahap ini bertujuan pada produk yang akan kita pasarkan menggunakan produk yang sudah ada atau membuat produk baru yang belum ada dipasaran.

2) Penyaringan Ide : tahap ini adalah penyeleksian ide-ide yang sesuai dengan tujuan perusahaan, strategi, dan sumber daya yang tersedia.

3) Pengembangan dan Pengujian Konsep : tahap ini adalah bagaimana perusahaan mengkonsep suatu produk yang baik dan berkualitas sehingga dapat menarik konsumen   untuk membelinya.

4) Pengembang Strategi Pemasaran : tahap ini bagaimana cara perusahaan membuat strategi  yang efektif dalam memperkenalkan produknya kepada konsumen.

5) Analisis usaha : tahap ini bagaimana melihat apakah produk yang dipasarkan dapat memperoleh keuntungan bagi perusahaan.

6) Pengembangan produk : tahap ini adalah pembuatan suatu produk yang telah dikonsep dan dianalisis sebelumnya.

7) Market testing : tahap ini adalah tahap mempelajari apakah produk tersebut sudah memenuhi target apa belum, dan juga tahap ini cara melihat pendapat konsumen tentang produk yang dipasarkan.

8) Komersialisasi : tahap ini adalah tahap yang terakhir, jadi tahap ini tahap marketing mix dan untuk menilai apakah penjualan produk sudah memenuhi target atau belum.

H. Konsep Daur Hidup Produk

Konsep daur hidup produk dapat dibagi menjadi beberapa tahap menurut karakteristik waktu:

1) Waktu pengenalan produk (Introduction)

Produsen memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dengan bermacam cara, seperti promosi, iklan, pameran, personal selling, spanduk sponsor, televisi, radio, media massa atau bauran promosi.

2) Waktu pertumbuhan produk (Growth)

Meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesua.

3) Waktu kematang/kejenuhan Produk (Maturity)

Titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.

4) Waktu penurunan produk (decline)

Periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba menipis. Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut.

I. Bukti Fisik Jasa

Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.





Selasa, 07 April 2015

Pertemuan ke-7 Marketing Mix atau Bauran Pemasaran



Review Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan pertemuan ke-7. Selasa, 31 Maret 2015

MARKETING MIX

A.   Pengertian Marketing Mix
1.    Menurut Alma, marketing mix adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh unsure pemasaran dan factor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan-tujuan badan usaha misalnya mencapai laba, return of investment, peningkatan omzet penjualan, menguasai pasar dan sebagainya.
2.    Menurut Saladin, marketing mix atau bauran pemasaran adalah kombinasi dari empat elemen pokok yang terdapat dalam program pemasaran perusahaan.
3.    Menurut Tjiptono, bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.
4.  Menurut Zeithaml dan Bitner, bauran pemasaran adalah elemen-elemen organisasi perusahaan yang dapat dikontrol oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen.
Dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Marketin Mix atau Bauran Pemasaran adalah unsure-unsur pemasaran yang saling terkait dibaurkan, diorganisasi dan digunakan dengan tepat, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan pemasaran yang efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
B.   Elemen-elemen Bauran Pemasaran Jasa
1.    Menurut Lovelock
Marketing mix terdiri dari variabel product, price, place, promotion (4P) merupakan bauran pemasaran yang dipergunakan untuk kegiatan marketing yang berkaitan dengan produk bersifat barang dan dikatakan sebagai bauran pemasaran yang konvensional atau tradisional. Sedangkan bauran pemasaran jasa atau service marketing mix terdiri dari 4P ditambah dengan process, people, promise, sehingga variabel service marketing mix disingkat dengan 7P.
a.    Product, Price, Place, Promotion (Produk, Harga, Tempat, Promosi)
Variabel pertama marketing mix adalah produk, karena keberadaan produk akan menuntun pada terbentuknya harga produk. Maka variabel produk akan diikuti dengan variabel harga. Sedangkan variabel selanjutnya adalah variabel distribusi. Kegiatan distribusi akan dilakukan tentu saja setelah keberadaan produk beserta harga ditetapkan. Variabel promosi adalah kegiatan pendukung dari setiap variabel marketing mix yang lain. Setelah variabel produk, harga, dan distribusi ditetapkan, maka keberadaan variabel promosi sangat penting.
b.    Process, People, Promise (Proses, Karyawan, Janji)
Variabel lain yang menambahkan variabel 4P sebelumnya merupakan pembeda antara kegiatan pemasaran barang dan pemasaran jasa. Misalnya variabel proses, semua kegiatan yang berkaitan dengan jasa tidak dapat dipisahkan dengan adanya proses. Proses jasa yang tepat adalah mengikuti alur atau prosedur kegiatan penyampaian jasa secara tepat, serta didukung oleh prosedur tahapan yang harus dilalui secara tepat.
Selain itu, variabel bauran pemasaran jasa lainnya adalah keberadaan people, atau petugas penyedia jasa terkait sebagai pemberi jasa. Artinya, jasa merupakan produk yang dihasilkan oleh pegawai atau orang yang memberikan jasa. Dan selanjutnya variabelpromise atau janji, indikator penilaian jasa dapat diidentifikasi dari pemenuhan janji perusahaan jasa kepada pelanggan. Jika janji yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan yang dimiliki oleh pelanggan, maka jasa tersebut tidak atau kurang memberikan kepuasan bagi pelanggan.
2.    Menurut Kotler dan Armstrong
Ada empat kelompok variabel bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P
a.    Produk (Product)      : kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pasar sasaran.
b.    Harga (Price)            : sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk.
c.    Distribusi (Place)     : aktivitas perusahaan agar produk mudah didapatkan konsumen Sasarannya.
d.    Promosi (Promotion)           : meliputi produk (barang), price (harga), distribusi (place) dan Promosi (kegiatan memasarkan barang)
3.    Menurut Alma
Peranan elemen bauran pemasaran dlam lembaga pendidikan adalah:
a.    P1 = Product : merupakan hal yang paling mendasar yang akan menjadi pertimbangan preferensi pilihan bagi calon. Misalnya jurusan apa yang tersedia pada satu universitas, ada jurusan favorit dan ada yang tidak. Demikian pula performance dari lulusan jurusan tertentu pada universitas tersebut, turut mempengaruhi pilihan calon.
b.    P2 = Price : Elemen ini berjalan sejajar dengan mutu produk. Apabila mutu produk baik, maka calon mahasiswa berani membayar lebih tinggi. Bila SPP dinaikkan apakah minat masuk PT berkurang? Tidak, sepanjang SPP tersebut masih dirasa dalam batas keterjangkauan mahasiswa. Akan tetapi ada perguruan tinggi yang menetapkan SPP tinggi sekali, peminatnya tetap banyak.
c.    P3 = Place : Pada umumnya para pimpinan PTS sependapat bahwa lokasi, letak PTS yang mudah dicapai kendaraan umum, cukup berperan sebagai bahan pertimbangan calon mahasiswa untuk memasuki PTS
d.    P4 = Promotion : Elemen promosi berlebihan mempunyai hubungan korelatif negative terhadap daya tarik peminat dan ternyata PTS kuat melaksanakan promosi lebih rendah dari pada PTS lemah.
e.    P5 = Physical Evidence: Adalah berupa tampilan bangunan, laboratorium, lapangan olahraga, pertamanan dsb.
f.     P6 = People: Ini dapat berupa perilaku unsure pimpinan PTS, tercermin pada siapakah yang memimpin?  Figur seorang pimpinan universitas dapat membawa perkembangan pesat bagi universitas tersebut, dan dapat pula seorang pimpinan menjatuhkan nama baik lembaga. Dapat juga dosen dan seluruh karyawan yang melayani mahasiswa.
g.    P7 = Process: Bagaimana proses yang dialami mahasiswa selama dalam pendidikan, misalnya proses tentamen, proses bimbingan skripsi, proses ujian, proses wisuda dsb
4.    Menurut Buku “Manajemen Pemasaran” oleh Prof. Dr. Sofjan Assauri
a.    Strategi Produk
Menetapkan cara penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, agar konsumen puas dan perusahaan mendapatkan keuntungan.
1)    Konsep Produk, dapat dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu: Produk inti (core product), Produk formal (formal product)merupakan bentuk, model, kualitas/mutu,merek, dan kemasan yang menyertai produk, dan Produk tambahan (augemented product).
2)    Merek Dagang (Brand)
Merupakan nama, istilah, tanda atau lambang yang membedakan dari pesaingnya.
3)    Kemasan (Packaging)
Untuk menarik perhatian konsumen dan melindungi produk.
4)    Kualitas/Mutu Produk
Berkaitan erat dengan masalah kepuasan konsumen. Strategi kualitas produk harus mempertimbangkan konsumen dan waktu penggunaannya, serta strategi dari para pesaing.
5)    Pelayanan (Services)
Mencakup pelayanan sewaktu penawaran produk, pelayanan dalam pembelian/penjualan, pelayanan sewaktu penyerahan produk yang dijual, dan lain-lain.
6)    Diversifikasi Produk
Dilakukan oleh suatu perusahaan sebagai akibat dilaksanakannya pengembangan produk, sementara produk lama secara ekonomis masih dapat dipertahankan. Tujuannya adalah penyebaran resiko, yaitu kemungkinan  kerugian yang akan diderita produk tertentu yang dapat ditutupi dari kemungkinan keuntungan yang lebih besar pada produk lainnya.
7)    Pengembangan Produk
Menyangkut penawaran produk baru atau produk yang disempurnakan.
8)    Siklus Usaha Produk (Product Life Cycle/PLC) : Tahap pengenalan (introduction), Tahap pertumbuhan (growth), Tahap pematangan (maturity), dan Tahap penurunan (decline)
b.    Strategi Harga
Tujuan penetapan harga:
1)    Memperoleh laba yang maksimum
2)    Mendapatkan share pasar tertentu
3)    Mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan maksimum
4)    Mencapai keuntungan yang ditargetkan
5)    Mempromosi produk
c.    Strategi Penyaluran/Distribusi
Merupakan kegiatan penyampaian produk sampai ke tangan konsumen pada waktu yang tepat. Bentuk pola saluran distribusi dapat dibedakan atas:
1)    Saluran langsung
2)    Saluran tidak langsung
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi, yaitu:
1)    Jenis dan sifat produk
2)    Sifat konsumen potensial
3)    Sifat persaingan yang ada
4)    Saluran itu sendiri
d.    Strategi Promosi
Berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi:
1)    Advertising
2)    Sales promotion
3)    Public relations and publicity
4)    Personal selling
5)    Non personal selling
6)    Direct marketing
5.    Menurut Buku “Manajemen Pemasaran Jasa” oleh Rambat Lupiyoadi – A. Hamdani
Unsur Bauran Pemasaran Jasa yaitu:
1)    Produk
Merupakan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai pada konsumen. Yang perlu diperhatikan tidak hanya fisik, tetapi juga manfaat dan nilai dari produk tersebut.
a)    Merek dan Diferensiasi
b)    Bukti Fisik (Physical evidence)
Merupakan lingkungan fisik tempat jasa diciptakan dan langsung berinteraksi dengan konsumen. Ada dua jenisnya, yaitu:
1.    Bukti penting (essential evidence)
2.    Bukti pendukung (peripheral evidence)
2)    Penentuan harga
a)    Tujuannya:
1.    Bertahan
2.    Memaksimalkan laba dan penjualan
3.    Pengembalian investasi
4.    Gengsi atau prestise
b)    Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga:
1.    Positioning (pemosisian) jasa
2.    Sasaran perusahaan
3.    Tingkat persaingan
4.    Siklus hidup jasa
5.    Elastisitas permintaan
6.    Struktur biaya
7.    Sumber daya yang digunakan
8.    Kondisi ekonomi secara umum
9.    Kapasitas jasa.
3)    Tempat (Sistem penyampaian jasa)
a)    Lokasi
Berhubungan dengan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi atau kegiatannya, berikut tiga jenis interaksi yang memengaruhi lokasi:
1.    Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan)
2.    Pemberi jasa mendatangi konsumen
3.    Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung.
b)    Saluran distribusi
Perusahaan harus dapat memilih saluran yang tepat dan sesuai pada kriteria pasar atau sifat jasa itu sendiri, berikut beberapa jenisnya:
1.    Penjual langsung (direct sales).
2.    Agen atau broker.
3.    Waralaba (franchises) dan pengantar jasa terkontrak.
4)    Orang
Terdapat empat kriteria peranan atau pengaruh dari aspek ‘orang’ yang memengaruhi konsumen, yaitu:
a)    Contractors: ‘orang’ disini berinteraksi langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering dan sangat memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
b)    Modifiers: ‘orang’ disini tidak secara langsung memengaruhi konsumen, tetapi cukup sering berhubungan dengan konsumen, contoh: resepsionis.
c)    Influencers: ‘orang’ disini memengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli, tetapi tidak secara langsung kontak dengan konsumen.
d)    Isolateds: ‘orang’ disini tidak secara langsung ikut serta dalam bauran pemasaran dan tidak sering bertemu dengan konsumen. Contoh: karyawan bagian administrasi penjualan, SDM, dan pemrosesan data.
5)    Proses
Merupakan gabungan semua aktivitas yang terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin, dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen. Proses dapat dibedakan dalam dua cara, yaitu:
a)    Kompleksitas (complexity), berhubungan dengan langkah-langkah dan tahapan proses.
b)    Keragaman (divergence), berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah-langkah atau tahapan proses.
6)    Layanan konsumen
Meliputi aktivitas memberikan kegunaan waktu dan tempat termasuk pelayanan pratransaksi, saat transaksi, dan pascatransaksi. Strategi layanan konsumen menurut Christopher Lovelock mencakup:
a)    Identifikasi misi jasa
b)    Penentuan sasaran dari layanan konsumen
c)    Perumusan strategi layanan konsumen
d)    Implementasi
6.    Menurut Buku “Marketing Management” oleh Paul Peter dan James Donnelly
a)    Strategi Produk
Jumlah dari kepuasan fisik, psikologis, dan sosiologis pembeli dari hasil pembelian, kepemilikan, dan konsumsi. Strategi produk mencakup:
1.    Siklus usaha produk
2.    Bauran produk dan lini produk
3.    Merek pribadi
4.    Kemasan khas
b)    Strategi promosi
1.    Penjualan non personal
2.    Penjualan personal
c)    Strategi distribusi
d)    Strategi penetapan harga